Selasa, 26 Januari 2016

Mahabbatullah

Mengutip kata yang belum lama di post oleh Cecen (part of "sahabat dunia akhirat")

"Jika kecintaan kita terhadap seseorang membuat kecintaan kita terhadap Allah bertambah, itu berarti cinta kita didasarkan atas keimanan, bukan? Mahabbatullah."

Sudah sejak lama aku ingin kembali bercerita, mengisahkan sekelumit himpunan hari demi hari yang kami lalui bersama. Menyenangkan memang, bahkan semakin terasa begitu membahagiakan. Entah mengapa.

Aku lupa tepatnya kapan aku kembali dekat dengan mereka. Dan kamu, ngga perlu tau gimana perjuangan mereka buat kembali merebut hatiku. Dan kamu, ngga perlu tau seberapa besar usahaku untuk berdamai dengan hati. Sampai pada akhirnya aku menerima mereka. Segala macam kejadian terjadi begitu saja, mulai dari yang senang, sedih sampe ngga penting. Semuanya mengajarkanku pada satu hal, "Mahabbatullah".

Butuh waktu yang panjang buat memahami apa arti dibalik setiap kejadiam, meski itu menyakitkan. Ketika hati menjadi ikhlas, penjelasan Allah hadir dengan sempurna memenuhi hati-hati kita. Dan lihatlah kini, aku mencintai mereka, karena bersamanya aku tak pernah lupa. Bahwasannya aku hidup untuk bermanfaat. Aku menjadi tak kehabisan alasan untuk terus bermanfaat, meski melalui hal-hal kecil.

Liburan kali ini, kami banyak menghabiskan waktu bersama. Meski kebanyakan dari mereka justru semakin sibuk. Namun, hal ini membuat kami semakin mudha bertemu. Mungkin kesibukan yang menyita waktu-waktu kami, membuat kami rindu akan hakikatnya "pulang".


Aku pernah bilang bahwa cinta itu rumit.
Cinta itu rumit ketika aku mempersempit definisi daripada cinta.
Namun inilah definisi cinta terbaik yang pada akhirnya takkan membuatmu rumit.
CINTA KARENA ALLAH

Kekurangan tak luput dari setiap diri kami.
Namun kami menerimanya, dengan penerimaan terbaik.
Butuh waktu yang panjang untuk bisa saling memahami.
Butuh pemahaman yang lebih untuk bisa saling melengkapi.

Aku mencintai mereka. Sungguh.
Karena aku tak pernah bosan untuk berkumpul bersama mereka.
Baik fisik, hati maupun pikiran.

Aku rasa, mereka hadir dengan sebabnya masing-masing.

Silmy : Kalau ngga ada Silmy, Himma ngga akan memperhatikan hal-hal sepele yang sebenernya sudah mulai keluar jalur. Kalau ngga ada Silmy, Himmma ngga bisa terpacu menjadi muslimah yang cantik dari luar dan dalam. Kalau ngga ada Silmy, Himma ngga akan belajar menjadi penghafal Al-Qur'an. Kalau ngga ada Silmy, Himma ngga akan belajar jadi orang sok asik yang pada akhirnya cuma suka ngebully. Hal yang mungkin dianggap remeh temeh kadang bisa bikin Silmy istigfar. HAHA. Silmy emang terlahir untuk jadi "qiyadah" begitu kira-kira. Qiyadah.


Elsa : Kalau ngga ada Upay, aku ngga pernah belajar berpikir melesat. Aku ngga akan belajar memahami maksud kehadiran orang lain. Aku ngga akan belajar jadi anak yanng nurut sama Umi. Upay, yang ngajarin aku buat jadi penafsir hebat. Penikmat ironi nomor 1 di dunia, yang kadang perlu. Karena ironi itu membersihkan hati. Kalau ngga da Upay, aku ngga akan jadi orang yang cerita untuk hanya sekedar didengarkan, karena Upay, ngajarin aku buat ngga melakukan pembenaran, meski aku benar. Upay yang ngajarin aku buat jadi dewasa. Sempurna

Cecen : Kalau ngga ada Cececn aku ngga akan belajar instrospeksi diri, ngga akan belajar memaafkan, ngga akan bealajr berbaik sangka, ngga akan belajar untuk menjadi orang yang "ngga biasa". Cecen juga yanng ngajarin aku soal kesetiaan, Cecen yang ajarin aku buat istiqomah. Karena sejauh apapun aku melesat dengan yang tidak Allah ridhoi, jalannya ngga akan pernah mulus. Cecen yang ajarin aku buat menyesal pernah menyianyiakan sahabat terbaik. Cecen yang ngajarin aku buat banyak baca buku. Cecen juga yang pada akhirnya menyadarkan aku, ketika aku terlampau jauh. terimakasih.


Iir : Kalau ngga ada Iir, aku ngga akan belajar jadi orang cuek. Aku ngga akan belajar berlogika, mengesampingkan perasaan. Kalau ngga ada Iir, aku ngga akan tau gimana rasanya dijutekin sama orang yang ngga pernah marah haha *Nir, takut :(*. Aku ngga akan belajar update informasi terbaru biar ngga ketinggalan jaman, Aku ngga akan belajar jadi orang berilmu. Kalau ngga ada Iir aku ngga akan belajar jadi orang super batu, yang yakin sama setiap apa yang dia lakuin. Ngga akan aku belajar buat jadi orang yang seteguh itu sama pendirian. Ketika Iir mau A, gimana pun halangannya Iir bakal terus melangkah. Ngga peduli rintangan. Mantaps

Kenny : Kalau ngga ada Kenny aku ngga akan belajar jadi orang yang jujur. Aku ngga akan belajar menghargai orang lain, ngga akan belajar ramah sama orang lain. Ngga akan aku belajar soal kesendirian, dan nikmatnya penerimaan yang baik. Aku ngga akan belajar arti, "melepaskan" haha. Aku ngga akan belajar untuk tidak membenci, meski aku tahu sakit. Aku ngga akan belajar menjadi orang yanng bersyukur dengan segala hal yang udah Allah kasih. Ngga akan aku belajar jadi orang yang pinter memilih diantara 2 kebaikan. Luarbiasa

Ngga pernah aku bosen buat kembali dan kembali menceritakan betapa bersyukurnya aku punya kalian. Betapa sayangnya Allah yang ngga pernah ngebiarin aku jadi anak nakal, atau sedikit saja lupa sama Dia. Kalian lebih dari seorang sahabat dunia akhirat. Kalian "candu" yang ngga pernah bisa aku lepasin. Masing-masing kalian terlalu istimewa buat disebut hanya sekedar sahabat. Kalau "saudara" menjadikan kita menjadi teramat istimewa, izinkan aku memanggilmu "saudara". Karena aku sungguh mencintai kalian, karena-Nya.

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus....

Tertanda, saudaramu,

Himmatushohwah

SEKIAN

Kamis, 31 Desember 2015

Yang Tak Tersampaikan

Melewati malam tahun baru rasanya sama seperti malam-malam lainnya. Tak ada yang spesial.


Malam ini, ditengah ramai bunyi petasan dan terompet *belum bunyi deng* saya memilih memandangi laptop, membuka tumblr dan blogku hingga ku scroll down sampai postingan awal. Mengasyikkan rupanya, melihat dirimu berubah dari waktu ke waktu dan itu terekam dalam setiap tulisanmu. Barangkali malam ini adalah waktu yang tepat untuk bernostalgia, pada apa yang telah tertinggal dibelakang sana kenangan.


Mari kita bagi tahun 2015 menjadi 2 periode. Separuh periode awal dalam masa galau, labil dan dipaksa remaja. Separuh periode lagi dalam masa yakin, selesai, perbaikan. Setiap orang punya masa jahiliyah masing-masing kan? hehe pembenaran sih.

Siapa yang berhak menghakimi separuh periode awalku di tahun ini? Biarlah Allah yang menilainya dengan kalkulasi perhitungan yang tepat nanti. Aku hanya berusaha memperbaiki dan berbenah lebih banyak. Namun aku berterimakasih pada separuh periode awalku karena tidak lagi pernah datang kembali dan jangan ya. Tak usah coba kau pahami apa yang terjadi pada separuh periode awalku. Karena ia cukup menjadikanku tumbuh menjadi perempuan yang kuat dan teguh pendirian. Semoga aku dan kamu tidak pernah menyesali hari kemarin ya. Mari hidup kembali dalam jalanNya.

Separuh periode akhirku ternyata jauh.....diluar ekspektasi. Hal-hal yang tidak pernah kusemogakan sebelumnya ternyata hadir dengan caraNya dan berhasil membuatku terkesima. Bahwasannya Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik. Apapun. Iya, ketika aku memutuskan untuk meninggalkan hal yang tidak Allah sukai, nyatanya Allah memberiku begitu banyak kebahagiaan seakan Ia tak lagi memandang masa laluku.

Kini aku tahu hendak akan menjadi seperti apa diriku. Meski tetap dengan gaya bocah yang engga bisa hilang, aku mulai belajar banyak dari kepribadian-kepribadian serius. Membaca lebih banyak tulisan berbobot, membaca buku-buku yang jauh lebih berat dari buku-buku yang pernah kubaca sebelumnya. Hanya untuk memperbaiki isi otakku. Karena diluar sana hey banyak sekali orang-orang luar biasa dengan kesibukan luar biasa, pemikiran luar biasa dan hidup yang tidak biasa. Hendak menjadi sepertinya? Tentu tidak, aku tidak pernah menyarankan, atau sekedar membisikkan pada diri sendiri untuk menjadi orang lain. Akulah aku. Prinsip itu belum berubah kok :)

Kini aku menikmati menjadi the real me setelah sekian lama aku menyulap diriku menjadi kian tak terkontrol. Ah Allah Maha Baik memang. Allah kasih kebahagiaan berlipat-lipat ganda meski banyak hal yang harus kutebus. Adalah Ia yang tak pernah ingkar. Andai hamdalah dapat merangkum semua bentuk syukurku menghidupi hidupku di 2015 ini. Maka kuucapkan alhamdulillah.

Terimakasih untuk para pemain dalam skenario jalan panjang Himma di 2015 ini. Baik yang menetap, atau sekedar lewat, atau hanya menjadi pelajaran. Sungguh tak pernah salah Allah hadirkan kalian semua menjadi pemain dalam skenrio panjang ini, karena meski hanya figuran yang numpang lewat. Allah telah membuat hubungan sebab akibat yang akan terangkai ke cerita orang lain mungkin.

Berbahagialah, karena dirimu berhak berbahagia. Berjalanlah, karena kau memiliki tujuan. Bekerjalah karena Tuhanmu tak pernah berhenti menilai. Berakselerasilah, karena Allah tahu kapasitasmu. Bertawakallah, karena setalah segala upayamu berusaha, Ia lah yang menentukan.

Selamat berevolusi menjadi kamu yang lebih baik.


Himma,
Kamis, 31 Desember 2015
23.14

Minggu, 20 Desember 2015

Kita




Ini tentang kita. Tentang aku, kamu, kita dan Dia.
Hari demi hari terus berganti. Waktu bergulir begitu cepat, bahkan tak terasa 2 tahun sudah grup itu terbentuk. Entahuntuk apa mulanya. Karena yang kutahu kini adalah kita "sahabat dunia akhirat".
Kalian, ngga pernah habis untuk kujadikan inspirasi menulis pengusir rasa bosan dikala malam.
Kalian, masih menjadi subjek terfavorit untuk kutulis dalam postingan postinganku. Karena percaya atau tidak, ini bukan soal aku, kamu dan kita, namun juga Dia. Dia yang selalu membersamai tiap langkah kita, meski di dunia kesibukan yang berbeda.
Aku, sedang, rindu, mereka, sahabat, dunia, akhirat, ku.
Beberapa dari mereka masih sibuk belajar untuk menuntaskan semester 5 nya. Aku yang tinggal tidur-tiduran sembari melahap novel-novel yang memang sengaja ku simpan untuk teman hidup dikala libur, malah akhirnya bosan juga. Membaca,makan, tidur. ah siklus yang kukira produktif karena aku bisa membaca buku ternyata tidak sebaik itu.
Karena kini, disaat aku sedang ungkang-ungkang kaki menikmati hobiku. Disana, entah dibelahan dunia sebelah mana, dansiapa ia, sedang sibuk menempa diri untuk menjadi lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih produktif. Juga sahabat dunia akhiratku yang bahkan tetap sibuk dikala libur begini. beruntunglah aku mengikuti kepanitiaan pemira ui, jadi lumayan buat ngisi waktu sambil membuat LPJ dan konsep acara pembubaran panitia. ah jadi kemanamana.

Sebenernya sederhana. Aku mencintai mereka, karena Dia. Kumulai dengan cinta untuk menjabarkan lebih jauh siapa kita.Karena cinta yang membuatku bertahan untuk tetap bersamasama menjadi sahabat dunia akhirat.

Ialah Silmy Kaaffah, KoA cantik yang suka banget kode suka banget nyelimur suka banget ngisengin orang dan suka banget berwacana. Tapi dialah salah satu inspirasi terbesar untukku menjadi cantik dari dalam. apalah arti wajah cantik bila hati tak sebaik paras. Karena Silmy cantik luar dan dalam. Calon hafidzoh yang istiqomah menghafal. Yang istiqomah menjomblo sampai halal. yang istiqomah belajar masak...buat keluarga kecilnya nanti katanya :p haha

Ialah Akka Cendana hmm Cecen i mean. Sahabat terbaik sejak SMP hingga kini. Yang juga menjadi inspirasi hidup terbesar lewat jalan hidupnya. lewat percepatannya. lewat upgrade dirinya. lewat kualitas diri yang semakin baik dan semakin baik setiap harinya. Soal kesetiaan mungkin pacarmu kalah dibandingin sama kesetiaan Cecen. haha no offence kok :p

Ialah Nirwana Sari....Iir. Ilmuwan terbaik yang ngajarin punya etos kerja yang tinggi. yang ngajarin buat menghargai ilmu pengetahuan lebih banyak. yang ngajarin mager kemanamana mending dirumah antenganteng belajar. haha.

Ialah Clarissa Mira....Kenny. Organisator terbaik yang ngajarin buat pinter ngebagi waktu meski punya banyak amanah. ngajarin buat multi talent dengan mengambil banyak amanah meski tuntutan kukiah semakin banyak. orabg yang sabar walau suka geregetan sendiri. tapi dia yang ajarin buat jadi akhwat yang bisa dipercaya dengan banyak amanah.

Ialah Elsa Kurnia Hudiana. my lovely Upay. Pegiat ironi yang paling handal. tajam. dalam. namun tepat sasaran. guru besar soal hati, soal hidup, soal didengarkan, soal mendengarkan dan soal nurut sama orangtua. alkisah hiduplah seorang putri di pondok rangon yang yang ngga boleh main sama mamahnya, dan selalu absen kalau lagi jalanjalan bareng. mintanya disamper kerumah terus dibawa kabur. meski Upay adalah anak pingitan, tapi dia aktivis hebat dikampus anak legislatif dan anak ldf. hmm sudah kuduga. dia ukhti!

Ialah Himmatushohwah, aku. pengagum rahasiamu. yang setiap saat belajar banyak darimu. dari setiap keistimewaanmu. meski kamu dan kamu berbeda, namun 1 kesimpulanku.......kalian sahabat dunia akhiratku. Kalian adalah pegiat dakwah yang senang berakselerasi sembari menikmati dunia (re : obrolan soal jodoh). lumrah adalah ketika usiamu sudah memasuki angka 20an, maka jodoh adalah topik pemanis disetiap pertemuan. juga bahkan menjadi pembicaraan grup kita.

ah ya. sudah. inilah keluarga kecilku. inspirator besarku. Guru besarku. Rumah kecilku. dan sahabat dunia akhiratku.
Karena surga Allah terlalu lapang buat ditempatin sendiri. itu mengapa aku mau sama sama kalian kesana. Semangat menyelesaikan detik detik semester 5 nya kawankuuu. Semoga keberkahan selalu membersamai kebersamaan kita. Semoga Allah selalu menjadi tujuan kita. dan semoga Rumah kecil ini selalu menjadi tempat kembali.

Maaf kalau banyak typoo. maklum jempol sama keypad nggak sebanding. juga ini sudah malam. Tidak mengurangi maksud hatiku menyampaikan salam sayang dariku untuk kalian kok.

selamat malam sahabat dunia akhiratku.
Allah dulu, Allah lagi, Allah terus :)

Malam

Sabtu, 05 Desember 2015

Pulang

Pada akhirnya kamu akan menemukan jalan pulang.
Pulang dari hiruk pikuk kehidupan seorang mahasiswa, aktivis, dan pejuang.
Pejuang akademis yang terus bergelut dengan embel embel ngelab tak berujung. Pejuang jalan panjang Jakarta-Depok. Pejuang di jalan yang tak banyak orang yang memilihnya. Juga pejuang-pejuang lain selayaknya mahasiswa yang hidup di kampus perjuangan.
Kaki ini bisa berjalan pulang menuju banyak hati.
Namun hati ini pulang pada 1 rumah.
Rumah yang kami bangun dengan air mata. Rumah yang kami bangun dengan drama dan realita.
Rumah yang kami bangun dengan cerita dan cinta.
Dan inilah rumahku.
Sahabat dunia akhiratku.
Yang selalu menuntunku untuk kembali pulang.
Yang selalu mengingatkanku untuk kembali pulang.
yang selalu menjagaku untuk kembali pulang.
dan yang selalu membersamaiku untuk kembali pulang.
Teman boleh berganti dan bereplikasi. Namun sahabat dunia akhirat tetap tak terganti.
Karena hati ini selalu tau kemana harus pulang. Kepada siapa aku akan pulang. Dan kenapa aku harus pulang.
Syukurku memiliki jalan pulang yang tak hanya sekedar rumah singgah tak lebih kecil dari syukurku terlahir dari keluarga kecilku dengan segala dinamisasi cinta kasihnya.
Maka izinkan aku terus bisa kembali pulang. Bersamasama pulang dengan masing-masing bekal kami diluar sana. Lantas kembali melepas lelah bersama di rumah kami.
Pulanglah, karena hatimu tau kemana ia akan berpulang.
Pulanglah karena akan selalu ada yang menantimu dirumah.
Pulanglah, karena sahabat dunia akhiratmu tak pernah lupa untuk kembali pulang juga.

-Himma, part of Sahabat Dunia Akhirat-

Sabtu, 14 November 2015

Unexpected Moment

Assalamu'alaikum blog kesayangaaaaan....hahaha
Hanya ingin sedikit berbagi sembari mengurangi kadar yang sedang berlebih dalam diri.Hmmm.

Beberapa minggu terakhir ini menjadi minggu hectic, melelahkan, menyedihkan dan hingga akhirnya membosankan.
Semester 5, blok prostho, akhir tahun, akhir segala kepengurusan membuat saya........bersyukur sembari mengeluh *memanusiawikan sifat manusia. maafffff
UTS sudah berlalu. Mata kuliah yang akan diujikan di UAS nanti tinggal 2. elektif dan ikgk3. mustinya bersyukur karena tidak seberat semester semester sebelumnya yang harus ujian banyak mata kuliah. tapi bobot 14sks itu ngga pernah berubah. dan skills lab ngga pernah semakin mudah dilalui. entah soal menyenanglan. karena terlalu tergantung passion bidang. tapi sejauh ini....prostho tidak lebih menyedihkan dari ortho kok. kalau ortho yg ngga aku suka karena harus berkali kali berdarah darah dijari karena kawat. prostho tak semenyedihkan itu.t0 selelah itu. hah maaf mengeluhhhh
karena jujur sajaaa aku sudah memasuki titik jenuh. sudah pada ambang batas kelelahan. sudah pada titik dimana aku sangat bosan dengan rutinitas yang ada. aku bosan dengan semua requirment skills lab yang hampir sama namun beda tapiwaktunya panjang dan......acc nya sulit :(

sulit bukan karena dosennya. karena harus diakui dosen di blok ini sangat amat seperti malaikat semua. hanya saja.....aku yang tak tahu harus seperti apa. harus segercep apa.harus seperfect apa aku ngga tau. selalu di acc di sudut waktu kepepet mau ganti tugas. selalu di acc ketika temen temen yang lain udahsampe tengah jalan. ah kadang suka sedih. gimana aku bisa jadi segercep itu :(
salah lagi lagi lagi. ulang lagi lagi lagi. maju perbaiki maju perbaiki lagi. hingga akhirnya sampai pada titik FINALLY DI ACC. kemudian beralih pada Allah ku yang sengaja kuakhirkan akibat tugas yang kunjunh di acc saat skills lab. selalu sholat dzuhur di waltu ketika jam skills lab udah mau abis. lantas kuperpanjang doa dan semabri menarik nafas panjang di pray room. beristigfar sebanyak yang kumampu. dan berdoa untuk skills lab berikutnya yng lebih baik.sampai selesai sholat kembali ke labternyata skills lab sudah selesai. kemudian beberes padahal jadwal hari itu harus acc 3 jenis kerjaan. akubaru sempet 2 kerjaan. dan harus uas dengan segala jerih payah sendiri dan menghargai setiap proses yang kujalani sendiri. ah yaaaa. sebosan itu gaiiissss. skills lab 6jam kalau tepat waktu terlalu menguras tenag juga hati. ko trol emosi dan managemen waktu yang kurang membuatku selalu merasa teramat lelah jiwa dan raga. skills lab......udah blur mana yang temen mana yang temen deket sama mana yang sebatas kenal aja. ngga bisasama sekali berharap sm temen ketika skills lab. dan aku merasa sesedih itu untuk lelah sendiri. meskipun yg lainsama......lelah juga. tidak bisa dideskripsikan dengan kata lah. hanya akan terus berdoa sama Allah biar dimampukan「 disegerakan dan dilancarkan skills labnya serta.....ngga ada ujiannya. selesai. ah ya Allah maha mengetahui kebutuhan hambaNya.

aku ikut ini itu ini itu. harus ngedeka tulis tangan berlembar lembar. bikin ppt buat presentasi. bikin ltm buat upload scele. skills lab yang selalu ada pr ketika kerjaan hari itu ngga selesai. cuma mau bilang aku lelah dan sedang berada pada titik jenuhku.....

Allah tahu bahkan ketika aku hanya lagi lagi menghela napas panjang setelah sholatku selepas skills lab. Ia tahu bahwa aku lelah dan jenuh. aku butuh hiburan.butuhrefresh otak hati dan raga. aku hanya meminta padaNya agar melancarkan setip urusanku. aamiin

Kemarin, tepat hari jumat 13 November 2015 selepas skills lab. ngelab yang harus berpacu pada waktu. grabak grubuk usaha montang manting sana sini maju mundur acc perbaiki. ah seperti biasa aku sholat diakhir waktu selepas sholat bersama ama di pray room aku hany diam lantas mengatakan bhwa aku jenuh aku bosa aku lelah dan sedang tidak ingin skills lab. ah tapi mana bisa. kamu pikir kamu sedang berakting? kamu sedang menjlani kehidupan nyata meski ada yang mengatur skenarionya. tapi aku sungguh lelah........sholat dr jam 2 lantas kami kembali ke lab stg 3 karena kami menenangkan diri dahulu. kelas sudah seeesai ternyata....dan lagi pr menyusun gigi. bismillah. ditambah jumat depan harus izin tidak skills lab karena le jogja hasilnya adalah kami harus 1 langkah lebih maju sebelum jumat tiba.
tidak berhenti di skills lab. aku harus ke salemba karena ada eksplorasi calon ketua bem dll karena aku panitia pemira. sholat makan sebentar di rik kemudian berkereta ke salemba meski harus hujan2an. sesampai di salemba pun ki kuyup karena abang bajaj nya ngga mau masuk ui. yasudah....nggigil dingin pusing capek pegel pusing ah semuanya lah jadi 1. ruang kelas sumpek krn kecil dam banyak orang. entahlah apa yg lurasa ketika itu. hbs eksplorasi hrs ada teambul pi bph pemira. ah untung tidak jadi karena aku terlampau lelah dan harus menitipkan motorku lagi ke aim. 2 malam sudah ia tak bersamaku. kamis ketika aku menginap tempat ama ia dibawa aim. kemarin pun akhirnya juga katenamasih hujan besar dan aku disuruh pulang langsung kerumah dengan gojek.
keujanan....tetep tp setidaknya ngga harus ngendarain motor sendiri.

sampai rumah jm 9 lewat sekian. belum sholat isya. pegel dan cm bisa nyelonjorin kaki yg keriput karena menggunakan kaus kaki basah berjamjam. ditemani hp sambi bales2in chat yg kudiamkan seharian karena lelah....kemudian update status untuk menyemangati pencalonan aim. dan u expected moment pun hadir....hahahaahah



to be continued......:)

Kamis, 29 Oktober 2015

Setelah memasuki dunia perkuliahan....aku semakin sering mengucap syukur. syukurku atas hadirnya teman teman SMA yag ternyata jauh jauh dan jauh diatas segala macam bentuk pribadi teman baru di perkuliahan. Dulu aku pernah menyianyiakanbanyak waktuku bersama teman teman terbaik, dan itu baru kusesali sekarang. ketika kesibukan masing masing kami, background pelajaran yang masing masing ki emban. ah ya...sesedikit itu waktu yang kami miliki sekarang.berkpul barang 3 jam di setiap sabtu tak cukup mengobati rindu, tak cukup untuk berbagi kisah, tak cukup untuk sekdar duduk dan makan eskrim bersama seperti dulu. bahkan lagiiii kesibibukan kuliah, ikut kepanotiaan organisasi atau bahkan kuliah tambahan sering kali mengacaukan acara kumpul bersama kami dalam suatu lingkaran kasih sayang. namun begitu aku bangga, hal ini mengindikasikan bahwa kalian semua tumbuh dan berkembang menjadi orang oranghebat diranah kalian masing masing. inibaru dunia perkuliahan. pernahkah sedikit waktu kalian membayangkan kebersamaan yang kita miliki ketika sudah samasama berkarir dan bekerja? atau mungkin berkeluarga? aku yakin akanbanyak sekali yang berubah bahkan akan banyak sekali waktu yang berkurang. Namun kumohon.....jangan kurangi intensitas kalian menyebut nama kita semua dalam doa doa kalian. agar Allah tetap jaga ikatannya, hingga kita bisa samasama ada di surganga Allah. aamiin....

serandom ini merindukan kalian. sungguh aku sedang penat dengan dinamika kampus. dengan akademisku, dengan organisasidan kepanitiaanku juga dengan teman teman baruku. tahukah kalian? kalian memang yang terbaik dari yang terbaik yang pernah dan telah Allah hadirkanbuat jadi sahabat yang akam membersamai menuju surganya Allah. tetaplah bersinar diranahmu masing masing kawan, aku tak melarang pin aku terlalu merindukan momen kebersamaan kita dibuat menjadi lebih lama. tapi tak apa, karena mungkin dengan kesibukan yang insya Allah baik ini membuat sedikit waktu kebersamaan kita menjadi terasa begitu manis, begitu ditunggu dan begitu beresensi. menjadikan sedikit waktu quality time untuk kembali saling menguatkan, mengingatkan, menyemangatkan dan mendoakan. Lihat, kita samasama sudah besar. mayoritas kita sudah berkepala 2 tahun ini. cuma cecen yang telat 2 bulan dari tahun 95 yang akhirnya membuatnya sokida padahal sama aja sama kita haha. memasuki masa awal dengan status kepala 2, membuat obrolan kita semakin jauh mentap kedepan, untuk hal yang belum pasti terlihat tapo pasti terjadi. membicarakan hal hal sensitif ringan dan kadang berbobot meski jatuhnya membicarakan orang lain dari sisi baiknyaaa. mulai membicarakan soal tingkat akhir, skripsi, kerja juga menikah. Semenyenangkan itu bahasan kita gengs :")

tahukah kalian? ada sesuatu yang sedang coba kupendam. lagi. rasa kecewa terhadap orang lain. cukup membuatku menciptakan jarak lagi. pengalaman mengajarkanku bahwa jarak takkan memperbaiki apa apa. tapi setidaknya ia takkan memperburuk apapun. semoga. letika lagi aku harus pintar menyembunyikan....aku teringat masa masa dulu wktu SMA. aku hanya takut ada penyesalan yang sama. dan semoha tidak. karena lawanku bukan lagi anak baru kepala 2 tapi anak 23 tahu. cukup dewasa di segi umur. namun tak dengan pola pikir san sikapnya. ya itu pilihannya. aku hanya mencoba menahan dan menyembunyikan kekecewan ini. hal hal seperti ini masij menjadi problematoka hati. meski bukan lagi soal lawan jenis, namun hal ini cukup menyita waktu untuk menciptakan jarak tersebut. hah.....kulelah. namun bagiku tak ada yang perlu diperbaiki, tak ada yang perlu dimaafkan. karena memang takkan pernah terjadi proses permintaan atas itu. atau juga mungkon hanya aku yang peduli dengan rasa kecewaku. si pembuat kecewa bahkan tak tahu apa salahnya. yasudah. hamya mau bilang intinya........merindukan Upay. suntikannya. soramannya. ngga ngotaknya. no judgement nya. aaaaa upay yang langka dan the onlu one. belim nemu lagi orang kaya upay yg ngertiin bgt aku. :") yasudah. homma harus membiasakan untuk tidak bergantung dengan orang lain. karena sejauh ini orang masih menyepelekanku karena aku tak bisa sendiri, juga mu gkin dianggap tak berkapasitas untuk mwngimbangi kekerenan orang cantik yg mereka anggap bidadari? hah apapun itu. aku hanya kecewa soal perlaluan mereka. pujalah bidadarimu itu. namun jangan lupakan masih banyak rakyat jelata yang butuh rangkulan dan pernyataan penerimaan alan eksistensi dirinya. bukan untuk menyamai atau merebut posisi bidadarimu. hanya ingin menjadi rakyat jelata yang kau ajak berjalan beriringan bersama orang orang langitmu. apalah aku rakyat jelata yang bahkan tak pernah dipercaya olehmu. karena kau terlalu memuja bidadari.ku tahu seluk beluk kurangku lantas kau nilai aku dengan begitu rendah sembari menjadikan label sahabat sebagai tameng. ah sungguh aku tak butuh. aku hanua ingin dihargai. meski aku tak layak untuk membersamaimu menjadi orang langit. sekian

Himma
22.18

Sabtu, 19 September 2015

Hari Ini dan Esok

Allah menilaimu hari ini dan esok.....
Mesti dipatenkan menjadi motto hidup sepertinya wkwk. Karena sejak kecil bahkan hingga hari ini, setiap mengisi biodata atau form isian yang menyediakan kolom motto hidup, aku selalu menulisnya berbeda tergantung kondisiku saat itu. namun sekarang sepertinya sudah paten.. berawal dari pengalaman....sampai akhirnya aku mendapatkannya.

Setiap orang punya jatah jahiliyahnya masing2 dan setiap orang punya masa dimana ia belum sebaik sekarang. karena akan selalu ada fase akan ada transisi dan akan tiba saatnya kaki berpijak. karena hidup ini soal siklus. yang mau gamau, suka ga suka ya harus tetap dilewati kan.

Namun 1 yang harus dijadikan pedoman adalah bahwa Allah akan menilaimu hari ini dan esok. bila Allah saja Maha Pengampun maka apa hak diri untuk membenci diri sendiri dengan masa launya. Jika Allah aja seyakin iyu untuk memberiku kesempatan, mengapa diriku melimitasi diri sendiri untuk mwnjadi lebih baik dari masa lalu. ini.....hal iniyang berulang kali dan lagi lagi aku doktrinkan dalam diri, bahkan kutanam dia sebagai motto hidup. mengapa? agar aku siap dan semngat melaju menatap ke depannya. Karena Allah akan menilaiku hari ini dan esok.

Hanya soal waktu, sabar, dan berproses. keyakinan yang terus kutanamkan takkan membuahkan sesuatu apapun tanpa usaha.tanpa aku berusaha mengupgrade diri menjadi lebih baik ya sama saja bohong. percuma keyakinan itu kutanam dalam2. maka dari itu kutu jukkan pada Nya yang Maha Menilai. biarlah masa lalu menjadi urusanku denganNya, biarlah pengadilanNya saja yang menghakimiku. tapi teman, lihaylah aku sekarang hingga esok hari. jangan liat alu di masa lalu. larena aku sedang melangkah maju, memutar stir 180 derajat. cukup sulit awalnya, namun keyakinan bahwasannya Engkau menilaiku hari ini dan esok lah yang membuatku berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi sebaik2 hamba yang bertaubat. Karena memaafkan kesalahan sendiri sungguh jauh lebih sulit dibandingkan memaafkan orang lain yanh salah padaku.

Allah telah menjanjikan yang baik dengan yang baik *selain konteks jodohyaaa*. oleh karena nya aku menjadikan diri kulebih baik dari sebelumnya. kepada siapa lagi harus berharap agar tak merasa kecewa? harus dengan siapa lagi meminta agar keinginan terwujud bak hadiah ulang tahun terindah :3 hahaha. cuma Allah. Karena Allah akan menerima taubat hambaNya yang nasuha *insyaAllah*

Ngga perlu semua orang tau kan gimana kamu dulu gimana kamu sekarang??? gak perlu ada penjelasan kepada siapapun kaan? cukup banget menye2 melow2 nga jelas. sekarang untuk menjadi bahadia itu rterlalu sederhana. sesederhana melihat targetan pribadi yang satu persatu dapat kucoret karena pencapaian. cukup. bahagia :)

Ahya, fyi bagi sesiapapun yang membaca tulisanku ini *padahal paling cuma elsa* wkwkwkk. ketahuilah sekarang aku sudah terlalu bahagia dengan jalan yang kupilih dengan Dia yang kujadikan orientasi. mungkin kemarin ada yang salah. mungkin kemarin ada yang mengganjal. tapi ketahuilah aku mengusahakan untuk menjadi sebaik ini karena Allah ku, juga karena aku bersyukur memiliki kalian......yang begitu menyauangiku apapun masa laluku. maka kumohon nilailah aku hariini, dan esok. bukan aku di masa lalu.

sekian.
tertanda
Himmatushohwah
22.02